Oleh: Nurtrisca Aryandani
LHOKSEUMAWE, RUANG MUDA-
Di tengah padatnya aktivitas kampus, memperlihatkan seorang mahasiswa fokus membaca buku komunikasi organisasi di perpustakaan. Di sampingnya tersusun tumpukan buku referensi lain.
Bilik baca individual di perpustakaan jadi pilihan utama untuk memulihkan konsentrasi. Pada 4 Juni 2026, suasana hening, dan pencahayaan memadai membuat pengunjung lebih gampang fokus membaca buku fisik tanpa gangguan.
Paling banyak mahasiswa ilmu komunikasi mendalami topik komunikasi organisasi karena relevan dengan kuliah dan kegiatan organisasi kemahasiswaan.
Hal ini terjadi di bilik baca perpustakaan Universitas Malikussaleh. Model bilik karrel warna cokelat ini tertutup di tiga sisi, hanya terbuka bagian depan untuk akses masuk.
Petugas perpustakaan menyebut bilik ini paling banyak dipakai saat jam kuliah aktif dan menjelang periode ujian. Antrian mulai terlihat sejak pagi hingga sore hari.
Di tengah aktivitas kampus dan hiruk pikuk kota yang padat, perpustakaan berfungsi sebagai tempat memulihkan pikiran. Mahasiswa bilang lebih gampang fokus kalau baca di bilik karena gak ada yang lewat-lewat, jadi pikiran lebih tenang.
Alasan mahasiswa betah membaca di bilik ini karena desainnya memberi privasi dan minim distraksi. Fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk fokus maksimal tanpa ada gangguan.
Di era serba cepat, aktivitas membaca buku fisik 1-2 jam jadi cara sederhana mengistirahatkan mata dari gadget. Dari bilik sempit ini, mahasiswa mengisi kepala dengan wawasan yang lebih dalam tanpa harus keluar uang.
