Oleh : Nadiatul Khairat
LHOKSEUMAWE, RUANGMUDA-
Sore ini, mahasiswa di Lhokseumawe sibuk menjahit pouch dari kain sisa di sebuah kafe dekat kampus. Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan waktu luang dan mengurangi limbah tekstil kampus.
Kain perca sulit diolah karena ketebalan, tekstur, dan ukuran potongannya tidak seragam. Keterbatasan alat jahit di ruang terbuka membuat proses penjahitan menuntut ketelitian ekstra agar hasil tetap rapi dan kuat.
Untuk mengatasinya, mahasiswa mengklasifikasi bahan berdasarkan jenis serat dan ketebalan terlebih dahulu. Mereka juga merancang pola fleksibel dan meningkatkan latihan menjahit secara berkala agar pengerjaan lebih cepat dan konsisten.
Kegiatan ini mengembangkan keterampilan kerajinan tangan serta menumbuhkan kesadaran pengelolaan limbah. Pouch hasil karya berpotensi dipasarkan sebagai aksesori unik dan terjangkau, sehingga dapat menjadi pemasukan tambahan bagi mahasiswa.
