Oleh : Anna Fazila
LHOKSEUMAWE, RUANGMUDA-
Kafe Rumoh Tuha mengusung konsep rumah Aceh tua dengan bangunan kayu dan interior retro. Konsep nostalgia ini menjadi pembeda di tengah maraknya kafe modern di Lhokseumawe.
Umam (23) pada Senin, 18 Mei 2026 menjelaskan filosofi kafe berpusat pada keakraban. Tagline "peusiap syedara" berarti menyiapkan tempat untuk saudara agar pengunjung merasa hangat.
Sebagai roastery, Rumoh Tuha menyangrai biji kopi sendiri. Proses lambat dipilih agar cita rasa tetap otentik dan pengunjung merasakan kesungguhan dalam setiap sajian.
Suasana vintage sengaja dihadirkan melawan budaya serba cepat. Saat ditemui 18 Mei 2026, Umam mengatakan tempat ini mengajak orang berhenti sejenak dan menikmati obrolan.
Umam menyebut Rumoh Tuha bukan sekadar tempat nongkrong, melainkan ruang pulang. Filosofinya adalah mengikat pengunjung menjadi saudara melalui obrolan, kopi, dan suasana tenang.
Dengan memadukan budaya Aceh, keakraban dan ketelatenan meracik kopi Rumoh Tuha berharap identitas lokal tetap hidup. Tempat ini menjadikan jembatan antara masalalu dan generasi muda.
