Oleh: Wardatun Jannah
LHOKSEUMAWE, RUANGMUDA-
Seorang mahasiswa perantauan menjalani kehidupan sederhana di kamar kos sempit dengan kasur tipis, saat melakukan pengamatan pada Senin (25/5/2026), namun tetap mempertahankan semangat belajar demi menyelesaikan pendidikan dan mengubah masa depan keluarganya.
Mahasiswa tersebut berasal dari keluarga sederhana yang memiliki keterbatasan ekonomi, sehingga harus hidup mandiri sambil menyesuaikan kebutuhan selama perkuliahan.
Kehidupan sederhana itu berlangsung di sebuah kamar kos kecil dekat lingkungan kampus, dengan fasilitas terbatas dan suasana ruangan yang sempit setiap hari selama kuliah.
Perjuangan tersebut dijalani selama masa perkuliahan berlangsung, terutama ketika kebutuhan pendidikan dan biaya hidup semakin meningkat setiap bulannya di tengah tekanan ekonomi keluarga besar.
Kondisi ekonomi keluarga menjadi alasan utama mahasiswa memilih bertahan hidup sederhana agar tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga meraih cita-cita demi masa depan lebih baik.
Mahasiswa tersebut bertahan dengan mengurangi kebutuhan pribadi, tidur beralaskan kasur tipis, serta tetap fokus belajar demi mencapai impiannya meskipun hidup dalam keterbatasan setiap harinya.
