Oleh: Pristi Putriani
LHOKSEUMAWE, RUANG MUDA-
Menjadi dokter bukanlah perjalanan yang mudah. Di balik keberhasilan M. Farhan Jairimi meraih gelar Sarjana Kedokteran, ada doa dan dukungan keluarga yang selalu menguatkan setiap langkahnya.
Farhan (22), merupakan lulusan Program Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Saat ini, ia Tengah melanjutkan pendidikan di Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Universitas Malikussaleh.
Menurut Farhan, menjadi dokter bukan hanya cita-citanya, tetapi juga harapan keluarga. Karena itu, orang tuanya selalu memberikan dukungan baik secara moral maupun finansial, selama ia menjalani pendidikan.
Dukungan tersebut paling ia rasakan saat menghadapi ujian blok. Malam sebelum ujian, keluarganya rutin melakukan video call untuk memberikan doa, semangat, dan afirmasi positif agar ia tetap percaya diri.
"Alhamdulillah, berkat doa mereka yang disertai usaha setiap proses selalu Allah mudahkan," ujar Farhan.
Meski harus menjalani pendidikan jauh dari orang tua, komunikasi tetap menjadi hal yang selalu dijaga. Orang tuanya hanya meminta Farhan untuk rutin memberi kabar agar mereka mengetahui kondisi dan aktivitasnya setiap hari.
Selain menempuh pendidikan kedokteran, Farhan juga pernah mengemban amanah sebagai Duta Baca dan Duta Bireuen. Menurutnya, keluarga selalu mendukung setiap kegiatan selama memberikan manfaat dan tidak bertentangan dengan nilai agama.
Bagi Farhan, keluarga adalah tempat terbaik untuk pulang. Dukungan yang tidak pernah putus membuatnya mampu bertahan melewati berbagai tantangan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana.
Kini, Farhan bersiap melanjutkan perjalanan di Program Pendidikan Profesi Dokter. Ia berharap doa dan dukungan keluarganya terus menyertai setiap langkah hingga cita-citanya menjadi dokter dapat terwujud.
